"Karena selama ini kita masih tertumpu pada gizi di darat. Padahal, wilayah kita dua sepertiganya laut. Di darat juga sebagian masih impor. Padahal, di laut tidak perlu impor," katanya.
Seiring dengan Perpres Gemarilan, ia menyebutkan bahwa tingkat konsumsi ikan pada 2029 ditargetkan mencapai 26,83 kilogram per kapita per tahun.
"Angka ini cukup signifikan yang harus dicapai di tengah-tengah produksi ikan budi daya di sana. Untuk Jawa Tengah, kami tadi sudah berharap banyak," katanya.
Secara teknis, kata dia, Gemarikan diketuai oleh Menteri KKP, dan melibatkan 23 kementerian lembaga ditambah gubernur dan bupati/wali kota.
"Harapan Bapak Presiden ini segera di didiseminasi dalam waktu yang secepat-cepatnya sehingga ekonomi kita semakin berdaya dan membangun ekonomi bagi masyarakat, terutama nelayan," katanya.