Helvi juga menekankan pentingnya peran inkubator untuk memastikan calon wirausaha tidak berhenti setelah mengikuti pelatihan, tetapi memperoleh pendampingan hingga mampu membangun usaha yang berkelanjutan. Saat ini, terdapat 757 lembaga inkubator yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia dan dapat menjadi penghubung bagi wirausaha untuk memperoleh pendampingan, membangun jejaring, serta mengakses pembiayaan dan pasar.
"Ekosistem ini tidak bisa dibangun pemerintah sendirian. Perguruan tinggi harus menghubungkan riset dengan kebutuhan pasar, lembaga pembiayaan menyediakan skema sesuai kebutuhan usaha, dunia usaha membuka rantai pasok dan kemitraan, sementara inkubator memastikan wirausaha terus didampingi," tegas Helvi.
Helvi menyampaikan hingga Oktober 2026, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) secara nasional telah mencapai Rp243 triliun kepada 3,77 juta UMKM. Dari jumlah tersebut, penyaluran KUR ke sektor produksi mencapai 66 persen atau sekitar Rp159 triliun. Khusus di Jawa Tengah, KUR telah tersalurkan sebesar Rp42,8 triliun kepada sekitar 760 ribu debitur, dengan penyaluran ke sektor produksi mencapai Rp25,5 triliun.
Menurut Helvi, keberpihakan pembiayaan terhadap sektor produksi penting karena sektor tersebut memiliki kemampuan besar dalam menciptakan lapangan kerja sekaligus membentuk aktivitas ekonomi baru di daerah.
"Kenapa kita dorong sektor produksi? Karena di sektor inilah penciptaan lapangan kerja paling besar. Ketika UMKM tumbuh di sektor produksi, dampaknya bukan hanya kepada UMKM-nya, tetapi juga kepada masyarakat dan perekonomian daerah," ungkap Helvi.
Ia berharap Bursa Wirausaha Unggulan menjadi momentum untuk mempertemukan berbagai kekuatan dalam ekosistem kewirausahaan sehingga semakin banyak wirausaha baru yang mampu tumbuh, berkembang, serta bersaing di pasar domestik maupun global.
"Kalau pemerintah pusat, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan lembaga pembiayaan bergerak bersama, kita yakin UMKM akan semakin tangguh, naik kelas, dan memberikan dampak yang lebih besar bagi perekonomian daerah," lanjutnya.