Selain itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan UMKM merupakan urat nadi perekonomian Jawa Tengah. Karena itu, perguruan tinggi dinilai memiliki peran penting sebagai penghubung antara kreativitas dan inovasi mahasiswa dengan kebutuhan nyata pengusaha UMKM, terutama dalam menjawab persoalan pembiayaan dan pemasaran.
"Berbagai ide kreatif yang lahir dari kampus harus bisa masuk dan memberikan manfaat bagi UMKM, termasuk dalam menjawab persoalan akses modal dan pemasaran," ujar Luthfi.
Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk membuka akses pembiayaan dengan bunga yang terjangkau bagi UMKM serta menyediakan ruang promosi agar produk lokal semakin dikenal dan memperoleh akses pasar yang lebih luas.
Sejalan dengan itu, Rektor Universitas Diponegoro Suharnomo menyampaikan Undip ditunjuk sebagai hub koordinator pembinaan dan inkubasi kewirausahaan di Jawa Tengah. Menurutnya, pengembangan UMKM membutuhkan proses pendampingan yang berkelanjutan. Karena itu, keberadaan berbagai inkubator di perguruan tinggi perlu dioptimalkan sekaligus dihubungkan dalam sebuah jejaring yang mampu menjawab kebutuhan wirausaha.
"Kami berterima kasih kepada Kementerian UMKM karena dalam kegiatan ini para UMKM tidak hanya mendapatkan pembinaan, tetapi juga dipertemukan dengan investor, Himbara, BPOM, Barantin, dan berbagai pihak yang dapat membantu menjawab kebutuhan mereka," ujar Suharnomo.
Ia menambahkan, perguruan tinggi memiliki kekuatan pada penguasaan teknologi, riset, dan inovasi. Namun, diperlukan jembatan agar berbagai inovasi yang lahir dari kampus dapat bertemu dengan kebutuhan nyata pengusaha UMKM.
"Kampus biasanya punya teknologi, tetapi kadang kita tidak tahu teknologi itu harus dibawa ke mana dan bertemu dengan siapa. Melalui kegiatan ini, Kementerian UMKM mempertemukan kami dengan kebutuhan UMKM sehingga mudah-mudahan menjadi berkah untuk mendorong UMKM naik kelas," pungkas Suharnomo.