"Jadi kerukunan beragama itu enggak hanya dijaga oleh regulasi. Ia hidup karena jutaan praktik toleransi yang ada dalam setiap keseharian dari negara kita ini," tambahnya.
Berkaca pada pengalamannya saat menjabat sebagai kepala daerah, Bima menyebut konflik yang dipicu perselisihan antarumat beragama dapat berkembang dalam hitungan jam.
Sebaliknya, budaya dan toleransi antarumat beragama dibangun secara bertahap dan membutuhkan waktu yang panjang. Karena itu, Bima berpesan kepada kepala daerah agar mampu merespons dan menyelesaikan konflik antarumat beragama secara cepat dan tepat.
"Jadi pemahaman inilah yang sangat penting bagi kepala daerah. Ketika ada mencuat isu agama, maka anatomi konfliknya, maka diagnosanya harus cepat dan tepat. Tidak boleh salah mengambil kesimpulan," sambung Bima.