NADIKABAR.COM — Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk mendorong pemanfaatan energi terbarukan berbasis potensi lokal untuk memperluas akses listrik di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Sumber energi seperti matahari dan air diharapkan dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat di wilayah tersebut.

Ribka menjelaskan, kondisi geografis yang sulit dijangkau, jarak antarpermukiman yang berjauhan, serta keterbatasan infrastruktur jaringan menyebabkan penyediaan listrik di daerah 3T membutuhkan biaya besar. Karena itu, pengembangan energi perlu disesuaikan dengan karakteristik wilayah agar berbagai kendala tersebut dapat diatasi.

"Tetapi suka dan tidak suka, mau dan tidak mau, pemerintah sebenarnya sudah harus lakukan terobosan terhadap pembangunan energi listrik ini di daerah 3T," ujar Ribka dalam keterangan tertulis, Jumat (16/10/2026).

Hal itu ia sampaikan dalam acara Simposium Energi 'Ketahanan Energi Nasional Menuju Swasembada Energi Berkelanjutan' di Grand Chapel Universitas Pelita Harapan, Kabupaten Tangerang, Banten, kemarin.