NADIKABAR.COM — Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Wamendes PDT) Ahmad Riza Patria menekankan peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) di desa menjadi bagian penting mempercepat pembangunan desa.

Wamendes seusai membuka Indonesia Village Expo (Indovex) 2026 di Kota Batu, Jawa Timur, Senin, mengatakan semakin tingginya kualitas SDM maka potensi desa dapat lebih tereksplorasi.

"Masyarakat desa harus mempersiapkan agar apa yang menjadi unggulan di desanya bisa diekspor. Kalau sudah begitu, pembangunan desa, ekonomi, dan kesejahteraan cepat terwujud," kata Wamendes Riza.

Wamendes menyampaikan desa di Indonesia tidak kekurangan potensi yang dapat dimanfaatkan untuk mendorong kesejahteraan masyarakat, seperti dari pertanian, perkebunan, perikanan, hasil hutan, hingga ekonomi kreatif.

Agar potensi yang sudah ada itu dapat dioptimalkan, lanjut dia, dibutuhkan pemahaman dan keterampilan dalam membuka akses pasar, tidak hanya skala nasional tetapi internasional.

"Membangun perilaku masyarakat desa yang lebih baik, tertib, disiplin, memiliki standar yang tinggi, dan etos kerja lebih profesional," ucapnya.

Oleh karena itu, kata dia, Indovex 2026 menjadi salah satu jalan yang harus benar-benar dimanfaatkan pelaku usaha dari desa membentuk jaringan untuk menguatkan promosi potensi di setiap desa.

"Ini acara yang pertama, (Indonesia) Village Expo dan diputuskan di Kota Batu, memperlihatkan serta memamerkan produk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), UMKM, dan koperasi desa, khususnya dari Kota Batu dan Jawa Timur," ujarnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Jawa Timur, Budi Sarwoto mengatakan pembangunan perekonomian desa menjadi salah satu fokus yang terus dijalankan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Salah satu bentuknya, pemberian bantuan permodalan senilai Rp85 miliar lebih kepada 1.001 BUMDes.

Kemudian upaya lainnya adalah menjadikan 313 desa sebagai Desa Devisa lewat kolaborasi antara DPMD, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, serta Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur.

Selain itu, kata dia, jumlah Desa Mandiri di Jawa Timur juga terus bertambah dari tahun ke tahun.

Berdasarkan data dari laman Biro Organisasi Jawa Timur, provinsi setempat memiliki 4.716 desa yang berstatus mandiri dari total 7.721 desa pada 2025. Jumlah Desa Mandiri di Jawa Timur tumbuh sebesar 17,34 persen dari periode 2024 yang sebanyak 4.019 desa.

Angka itu menjadikan Jawa Timur secara nasional menyumbang 23 persen dari total Desa Mandiri yang sejumlah 20.503 desa.

"Ini harus dilakukan terus menerus bersama stakeholder terkait agar ke depannya ketimpangan antara kemiskinan di perkotaan dan pedesaan menyempit," ucapnya.