"Penginternasionalan Bahasa Indonesia bukan semata-mata upaya memperluas jumlah orang yang mempelajari Bahasa Indonesia, melainkan upaya meningkatkan fungsi, martabat, dan daya guna Bahasa Indonesia dalam kehidupan masyarakat global," katanya.

Bagi Atip, Rusia memiliki posisi strategis berkat tradisi akademik yang kuat dalam kajian bahasa, sastra, dan budaya. Oleh karena itu, dia mendorong perluasan kerja sama Indonesia-Rusia untuk penginternasionalan Bahasa Indonesia.

Dalam kongres itu, hadir pula Duta Besar RI untuk Federasi Rusia Jose Tavares yang menyampaikan bahwa Bahasa Indonesia sudah diajarkan di Universitas Negeri Moskow sejak akhir 1950-an.

Kini, di HSE University, Bahasa Indonesia menjadi salah satu dari dua bahasa timur utama yang dipelajari selama lima tahun penuh.

KBRI Moskow, lanjut Dubes Jose, terus bergerak untuk meningkatkan perluasan penggunaan Bahasa Indonesia dengan memperkuat pengajaran, membangun Rumah Nusantara, merangkul perguruan tinggi, menyediakan forum ilmiah, serta menghidupkan bahasa melalui budaya.