Ia mengapresiasi metode pembelajaran di SAI yang menghubungkan pendidikan dengan budaya dan kehidupan sehari-hari siswa.

Metode tersebut antara lain menggunakan busur panah sebagai media pembelajaran matematika serta seni ukir Asmat untuk mengembangkan kreativitas siswa.

"Inilah pendidikan yang memanusiakan manusia, terkoneksi dengan alam, mengembangkan bakat, dan memperkuat kemandirian anak," ujarnya.

SAI merupakan sekolah berasrama bagi anak-anak Papua yang dikelola Yayasan Alirena dengan pendekatan pendidikan berbasis potensi anak, budaya, dan alam.

Fajar berharap pendidikan yang diperoleh para siswa selama berada di SAI dapat menjadi bekal untuk kembali ke daerah asal dan berkontribusi terhadap pembangunan Papua.