"Setiap langkah perjuangan para pejuang ekonomi kreatif tidak hanya berdampak pada diri sendiri, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi keluarga, lingkungan sekitar, dan menciptakan lapangan kerja yang lebih luas. Ketika kita berkarya dan bergerak sepenuh hati, kesejahteraan serta kemakmuran akan mengalir bagi ekonomi Indonesia," ujarnya.

Irene menambahkan pengembangan merek lokal membutuhkan kolaborasi antara pelaku usaha, platform digital, dan pemerintah.

Dukungan tersebut dapat memperluas akses pasar sekaligus membantu pelaku ekonomi kreatif mengembangkan produk berbasis potensi daerah.

"Berbeda dari sektor lain, ide tidak akan pernah habis, bahan bakarnya akan terus mengalir selama para pelaku ekraf bergerak bersama. Nah, kalau dari Kementerian Ekonomi Kreatif selalu mengatakan, you no longer walk alone," ujar Irene.

Dari sisi pelaku usaha, kreator konten sekaligus pendiri Mother of Pearl (MOP) Tasya Farasya menekankan pentingnya kepercayaan konsumen dan inovasi dalam membangun merek lokal.

Pengembangan produk perlu mengikuti kebutuhan pasar sekaligus memperhatikan keberlanjutan dan keterlibatan berbagai pelaku dalam ekosistem ekonomi kreatif.