Dradjad meminta investor domestik untuk melakukan perhitungan investasi secara mandiri. Pasalnya, pengumuman MSCI juga dianggap tidak selalu menguntungkan bagi investor.
"Saya ingin teman-teman di dalam negeri itu resilient, ngitung sendiri. Karena yang rugi kita sendiri nanti. Kan yang investasi, teman-teman kan nyimpen duitnya di pasar modal. Tabungan buat nanti beli rumah, tabungan buat nanti biaya anak sekolah dan sebagainya. Nah kalau gampang panik akan rugi," terangnya.
"Investor yang kira-kira gampang panik, naik turun, naik turunnya gede sekali. Ada investor yang lebih steady. Nah itu ditunjukkan di analisis itu. Jadi saya berharap investor dalam negeri Indonesia tidak terlalu, ya itu tadi, ngitung sendiri dan jangan gampang panik," tandasnya.