Menurutnya, kondisi pasar saham Jerman saat ini serupa dengan yang dialami Indonesia. Namun, investor di Jerman dinilai lebih berani menghitung dan menentukan sendiri keputusan investasinya.

Dradjad juga menyebut imbal hasil dana kelolaan MSCI masih lebih rendah dibandingkan lembaga penyedia investasi lainnya. Selain itu, sekitar 70% saham dalam indeks MSCI berasal dari Amerika Serikat (AS).

"Karena memang MSCI ini saham-sahamnya itu 70% didominasi saham Amerika. Kemudian 30% didominasi oleh saham teknologi. Jadi ada bias Amerika di situ, maksudnya bukan bias Amerika. Ada terlalu, bobot Amerika terlalu besar di situ," jelasnya.

Namun begitu, Dradjad mengatakan masukkan MSCI tetap menjadi perhitungan pemerintah untuk melakukan reformasi pasar modal. Ia hanya menginginkan investor domestik untuk mengambil keputusan investasi sendiri.