NADIKABAR.COM — Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria mengingatkan soal risiko akibat penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang berlebihan oleh anak. Ia menyebut orang tua perlu semakin aktif dalam melakukan pendampingan.
Nezar menjelaskan beberapa risiko penggunaan AI terhadap anak seperti kontak dengan orang asing, paparan konten yang tidak sesuai, ancaman terhadap data pribadi, hingga kecanduan digital. Ia turut mengingatkan agar pemanfaatan teknologi tidak membuat anak kehilangan kemandirian dan kemampuan berpikir kritis.
"Jangan sampai anak kita menjadi tergantung dengan artificial intelligence sehingga mereka kehilangan kepribadiannya sendiri, mereka kehilangan kemampuan berpikir kritis. Ini yang saya kira paling berisiko buat generasi kita ke depan," ujar Nezar dalam keterangan resminya, Jumat (16/10).