NADIKABAR.COM — Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I menjadi puncak pengembangan kompetensi kepemimpinan bagi pejabat publik dalam mengemban amanah strategis di birokrasi. Para lulusan diharapkan mampu menerapkan hasil pembelajaran melalui pengambilan keputusan yang tepat, sinergi lintas sektor, serta kebijakan yang memberi manfaat bagi masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (WamenPAN-RB), Purwadi Arianto saat menghadiri Upacara Pelepasan Peserta PKN Tingkat I Angkatan LXVII Tahun 2026 di Lembaga Administrasi Negara (LAN), Jakarta, Kamis (8/10).

"Pemimpin tidak cukup mengetahui arah perubahan. Pemimpin harus mampu membuat perubahan terjadi," ujar Purwadi dalam keterangannya, Kamis (8/10/2026).

Menurut Purwadi, pejabat publik memiliki peran penting dalam menentukan arah birokrasi, terutama di tengah agenda transformasi nasional yang membutuhkan kerja pemerintahan yang semakin terintegrasi. Karena itu, berakhirnya PKN bukan sekadar penuntasan program, tetapi awal tanggung jawab yang lebih besar ketika peserta kembali ke instansi masing-masing.

Ia menilai berbagai agenda pembangunan tidak dapat dijalankan secara parsial. Setiap instansi memiliki peran berbeda, namun tetap harus bergerak menuju tujuan yang sama. Dalam konteks itu, pejabat pimpinan tinggi dituntut mampu menjembatani kebutuhan organisasi, arah kebijakan, dan kepentingan publik.

"Bapak dan Ibu bukan hanya penggerak organisasi, tetapi _connector_ antara rasionalitas teknokratik, aspirasi politik, dan kebutuhan publik. Pemimpin birokrasi modern harus mampu memecah sekat sektoral, memastikan keputusan berbasis data, menjaga akuntabilitas kebijakan, serta membangun kemitraan lintas sektor," jelas Purwadi.

Purwadi juga menitipkan tiga bekal kepada para alumni, yakni perspektif yang lebih luas, relasi lintas instansi yang tetap terjaga, serta hasil kerja yang nyata. Ia mendorong agar hubungan yang terbentuk selama pelatihan dimanfaatkan untuk membantu penyelesaian persoalan bersama.

Selain itu, integritas perlu tetap menjadi pegangan. Menurut Purwadi, keberhasilan seorang pemimpin tidak hanya dilihat dari seberapa cepat hasil dicapai, tetapi juga dari proses yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan.

Menutup arahannya, Purwadi mengajak para alumni membawa ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama pelatihan untuk memperkuat kinerja di instansi masing-masing.

"Mari terus bergerak bersama, membangun kolaborasi, dan menghadirkan birokrasi yang semakin berdampak bagi masyarakat," tutur Purwadi.

Sementara itu, Kepala LAN, Muhammad Taufiq menyampaikan bahwa PKN Tingkat I Angkatan LXVII merupakan penyelenggaraan kedua yang menggunakan kurikulum baru tahun 2026. Kurikulum tersebut dirancang untuk memperkuat kompetensi strategis dalam menerjemahkan prioritas pembangunan nasional ke dalam kebijakan lintas sektor.

"Kepemimpinan strategis pada era sekarang tidak lagi diukur dari seberapa besar kewenangan yang dimiliki, tetapi dari seberapa besar kemampuan seorang pemimpin dalam membangun keselarasan, menyatukan aktor yang beragam, dan mengorkestrasi sumber daya untuk menghasilkan dampak publik yang nyata," ungkap Taufiq.

Taufiq berharap para alumni tidak kembali ke instansi masing-masing dengan perspektif sektoral semata. Mereka diharapkan mampu menghubungkan berbagai pihak dan memastikan program lintas sektor berjalan menuju sasaran pembangunan yang sama.

Mewakili peserta, Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan Edward Candra menyampaikan bahwa PKN ini tidak hanya memberikan pengetahuan baru, tetapi juga mempertemukan beragam pengalaman dari kementerian/lembaga, Kejaksaan Republik Indonesia, Kepolisian Republik Indonesia, dan pemerintah daerah.

"Keberhasilan pelatihan ini tentu tidak diukur dari sertifikat yang kita terima, melainkan dari perubahan cara kerja, pola pikir, serta kemampuan yang mampu kita hadirkan di tempat tugas masing-masing," ungkapnya.

Sebagai informasi, PKN Tingkat I Angkatan LXVII berlangsung sejak 18 Mei hingga 8 Oktober 2026. Sebanyak 42 peserta menyelesaikan seluruh rangkaian pelatihan dan dinyatakan lulus, dengan 10 peserta memperoleh predikat Sangat Memuaskan dan 32 peserta berpredikat Memuaskan.

Dalam kesempatan tersebut, LAN juga mengumumkan lima peserta terbaik. Salah satunya adalah Istyadi Insani dari Kementerian PANRB yang meraih peringkat ketiga melalui proyek perubahan Pembangunan Manajemen Proses Bisnis pada Instansi Pemerintah.