Karena itu, Ni Luh berharap lulusan Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Makassar tidak hanya menguasai keterampilan teknis, tetapi juga tumbuh menjadi sumber daya manusia yang tangguh, adaptif, berintegritas, serta mampu berkomunikasi dan bekerja di tengah keberagaman budaya.
Ia juga mengingatkan para wisudawan agar membawa nilai-nilai kearifan lokal Sulawesi Selatan dalam menjalankan profesinya, yakni sipakainge, sipakatau, dan sipakalebbi.
"Miliki keberanian untuk menembus batas, terus belajar, dan menghadirkan manfaat bagi sesama. Jadilah bagian dari generasi yang mampu membangun pariwisata Indonesia yang berkualitas dan berkelanjutan," demikian Ni Luh.