NADIKABAR.COM — Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menyoroti pentingnya kemudahan dalam mengakses sebuah destinasi bagi pertumbuhan industri wisata kebugaran (wellness tourism) di Indonesia.

"Kami terus berkoordinasi dan bekerja sama dengan teman-teman di Kementerian Perhubungan, serta InJourney agar aksesibilitas ini bisa kita tingkatkan, sehingga lebih banyak lagi pintu untuk masuk ke Indonesia, tidak hanya terpusat di Bali dan Jakarta," kata Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa saat mengunjungi ANTARA Heritage Center (AHC) di Jakarta, Kamis (29/10).

Ni Luh mengaku sebagai negara kepulauan yang membentang luas, konektivitas bagi wisatawan untuk bisa mencapai sebuah destinasi menjadi tantangan dalam mengembangkan sektor pariwisata, khususnya bagi industri kebugaran.

Hal ini juga yang menurutnya membuat perjalanan wisatawan berpusat di Jakarta dan Bali.

Pemerintah pun saat ini, katanya, terus berupaya memaksimalkan fungsi dari sekitar 37 bandara internasional yang tersebar di penjuru negeri dengan menambah rute penerbangan dari berbagai negara ke Indonesia.