Diharapkan akses yang semakin terbuka lebar dapat mempermudah wisatawan mencoba berbagai pengalaman menarik dari kekayaan budaya bangsa.

Selain itu, diharapkan dapat menambah lamanya durasi wisatawan untuk berkunjung beserta nominal pengeluarannya, meski penambahan rute penerbangan itu menurutnya tetap disesuaikan dengan tingginya permintaan wisatawan.

"Misalnya ke Belitung kita sudah ada pembukaan penerbangan dari Singapura ke Belitung dan itu juga load factor-nya cukup bagus di atas 60 persen. Kemudian juga kemarin saya habis dari Medan, begitu kunjungan wisatawan mancanegara ke Medan sebagai destinasi prioritas dan Danau Toba, itu juga mengalami peningkatan dan angkanya cukup bagus," katanya.

Terbukanya akses itu dikatakannya juga perlu memperhatikan seberapa besar dampak yang bisa diberikan terhadap perputaran perekonomian daerah dan nasional.

"Penting untuk kita catat bersama adalah kita tidak boleh hanya bicara soal berapa orang yang datang ke Indonesia tidak hanya bicara soal angka, tapi kita harus bicara beyond numbers, jumlah yang datang itu harus kita bisa konversi kepada kesejahteraan masyarakat, perputaran uangnya yang terjadi di masyarakat artinya devisa yang masuk itu juga naik," katanya.