Sembari memperkuat konektivitas, Ni Luh menyampaikan Kementerian Pariwisata telah menjadikan wisata gastronomi, wisata bahari dan gastronomi sebagai tiga fokus dalam mengembangkan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan.
Kementerian Pariwisata mendorong pengembangan industri kebugaran di berbagai desa wisata agar dapat memberikan hasil nyata pada pelaku UMKM setempat.
Sedangkan terkait dengan wisatawan mancanegara yang disebutnya banyak datang untuk mencoba berbagai aktivitas kebugaran di Indonesia berasal dari Malaysia, Australia dan sejumlah negara dari Timur Tengah.
"Sebagaimana arahan Ibu Menteri, kami melakukan shifting pivoting yaitu menguatkan pasar Asia dan Oseania karena kita sadar bahwa pasar kita yang Eropa pasar kita Amerika yang long haul itu mereka kan harus transit Timur Tengah yang paling banyak dan kondisi seperti itu rasanya kita harus lakukan pivoting kita menguatkan pasar kita yang short haul dan juga medium haul yaitu Asia dan Oseania," tambahnya.