Sementara itu, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik menegaskan bahwa inklusi merupakan bagian penting dalam pengembangan pasar modal Indonesia. Menurutnya, kehadiran pasar modal harus memberikan manfaat bagi sebanyak-banyaknya masyarakat, baik yang telah menjadi investor maupun yang belum.

Jeffrey menyampaikan apresiasi kepada Indisi dan seluruh pihak yang memberikan perhatian terhadap kesetaraan akses bagi penyandang disabilitas, khususnya dalam memperoleh edukasi dan akses terhadap pasar modal.

"Adik-adik punya hak yang sama, punya akses yang sama untuk mendapatkan manfaat dari pertumbuhan pasar modal Indonesia," kata Jeffrey.

Ia menjelaskan, BEI telah menjalin kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi dan mendukung upaya peningkatan aksesibilitas bagi kelompok masyarakat penyandang disabilitas. Bentuk dukungan tersebut antara lain apresiasi terhadap penerbitan buku investasi pasar modal dalam huruf Braille dan pengembangan aplikasi investasi yang dapat digunakan oleh penyandang tunanetra.

Jeffrey berharap kegiatan bersama Indisi menjadi awal dari kolaborasi yang lebih luas untuk membuka akses pasar modal bagi masyarakat. "Semoga kegiatan ini menjadi awal dari kolaborasi luar biasa kita untuk membuka akses yang selebar-lebarnya, sehingga pertumbuhan pasar modal Indonesia dinikmati oleh sebanyak-banyaknya masyarakat Indonesia," ujarnya.

Di sisi lain, Ketua Harian Indonesia Disabilitas Institut (Indisi), Citragama (Memes) Prameswari menyampaikan bahwa fokus kerja Indisi tahun ini adalah pemberdayaan bagi penyandang disabilitas melalui dunia pendidikan. Tujuannya untuk mempersiapkan mereka memasuki dunia kerja.

Selama pelaksanaan program, dia mengungkapkan, Indisi memberikan berbagai dukungan, antara lain berupa pelatihan, beasiswa, dan bantuan pendidikan. Citragama melihat bahwa kesempatan yang diberikan kepada penyandang disabilitas dapat mendorong tumbuhnya potensi yang sebelumnya belum terlihat.

"Karena itu Kak Citra percaya bahwa adik-adik semua itu bisa. Itulah mengapa hari ini Indisi menghadirkan siswa-siswi jenjang SMA dengan tema Pasar Modal untuk Sobat Disabilitas," jelasnya.

Kunjungan para murid SLB ke Kantor BEI diharapkan dapat membekali peserta dengan keterampilan, kemandirian, wawasan, dan kepercayaan diri dalam menghadapi masa depan. Indisi juga mendorong keterhubungan antara pendidikan inklusi dan dunia industri agar semakin banyak perusahaan mengenali potensi penyandang disabilitas serta membuka kesempatan yang setara di dunia kerja.

"Kalian itu berhak mendapatkan kesempatan untuk meraih masa depan yang kalian cita-citakan," kata Citragama.