Menurutnya, kondisi tersebut membutuhkan kerja bersama lintas sektor. Kemensos, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, pemerintah daerah, serta para pendamping perlu berkolaborasi untuk menjangkau anak-anak yang belum memperoleh kesempatan pendidikan.

"Ini pekerjaan besar, tanggung jawab besar dari kita semua. Kemensos tidak bisa sendiri. Maka dari itu, mari kita bersama-sama berkolaborasi, bersinergi untuk bekerja bersama-sama dalam program pengentasan kemiskinan, salah satunya melalui jalur pendidikan," tuturnya.

Agus Jabo mengatakan 50 siswa yang mengikuti pendidikan di Sentra Handayani merupakan titik awal. Dia berharap SKB dapat diperluas, khususnya di wilayah yang masih memiliki banyak anak tidak sekolah, putus sekolah, atau belum memperoleh kesempatan belajar.

"Memang hanya 50 anak yang akan bersekolah di Handayani, tetapi ini baru permulaan. Saya berharap nanti masih banyak anak-anak yang bisa kita tampung," jelasnya.

Dia menegaskan seluruh anak Indonesia harus memperoleh kesempatan untuk bersekolah. Anak-anak dari keluarga yang tidak mampu, menurutnya, menjadi bagian dari tanggung jawab negara untuk dijangkau, didampingi, dan diantarkan agar dapat mewujudkan cita-cita.

Kepada para siswa, Agus Jabo berpesan agar mereka membangun kepercayaan diri, memiliki harapan, dan berani mengejar cita-cita.