NADIKABAR.COM — Wakil Menteri Sosial (Wamensos), Agus Jabo Priyono, meminta para wali asuh dan wali asrama Sekolah Rakyat agar tidak hanya menjalankan tugas berdasarkan kewajiban formal. Menurutnya, pendampingan bagi siswa-siswi membutuhkan ketulusan dan kepedulian.

Hal itu ditekankan Agus Jabo saat menutup Pelatihan Pengasuhan Bagi Wali Asuh Sekolah Rakyat dan Pelatihan Pengelolaan Asrama Bagi Wali Asrama Sekolah Rakyat secara daring dari Kantor Kemensos, Jakarta Pusat, Kamis (8/10). Pelatihan ini diikuti oleh 954 peserta dari Padang, Bandung, Yogyakarta, Banjarmasin, dan Makassar.

"Tugas tendik adalah mendampingi, ngemong anak-anak ini dalam rangka mewujudkan harapan dan cita-cita mereka. Maka, tidak hanya tugas-tugas formal yang harus dikedepankan, tapi tugas-tugas yang dilandasi oleh hati nurani, oleh cinta kasih, oleh kasih sayang dari para tendik kepada para siswa," kata Agus Jabo dalam keterangan tertulis, Kamis (8/10/2026).

Agus Jabo menilai pendekatan tersebut penting karena peserta didik di Sekolah Rakyat berasal dari keluarga miskin, miskin ekstrem, maupun keluarga kurang mampu yang menghadapi luka sosial dan emosional akibat kondisi ekonomi.

Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan Sekolah Rakyat hadir, bukan hanya untuk menjalankan fungsi pendidikan, tetapi juga untuk memberikan rehabilitasi sosial.

"Tugas Sekolah Rakyat adalah melakukan rehabilitasi sosial bagi anak-anak yang luka, luka sosialnya, luka perasaannya," ujarnya.

Menurut Agus Jabo, keberadaan wali asuh dan wali asrama memiliki peran strategis. Mereka dituntut mampu membangun kebiasaan dan lingkungan yang baik sehingga anak-anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang memiliki karakter kuat, kepercayaan diri, serta kemampuan untuk mengembangkan potensi dan cita-citanya.

Agus Jabo menambahkan para wali asuh dan wali asrama juga perlu memiliki pemikiran dan sikap mengemong dalam proses pendampingan terhadap siswa.