"Ngemong itu sangat komprehensif, dari mulai mendampingi, mengantarkan, mendengarkan apa yang menjadi keluh kesah mereka, dan juga kemudian membantu menjadikan mereka punya jalan keluar supaya kemudian mereka betul-betul menjadi anak-anak yang hebat," jelasnya.
Selain itu, Agus Jabo menegaskan Sekolah Rakyat memiliki tujuan yang lebih luas dibandingkan sekadar memberikan pendidikan formal.
Program ini dirancang oleh Presiden Prabowo Subianto untuk memutus transmisi kemiskinan antargenerasi melalui jalur pendidikan sekaligus memberikan pendampingan dan penguatan karakter kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Karena itu, Agus Jabo meminta seluruh tenaga kependidikan (tendik), guru, kepala sekolah, wali asuh, dan wali asrama untuk memahami tujuan besar Sekolah Rakyat serta menjalankan tugas dengan pendekatan yang humanis.
Menurutnya, anak-anak yang belajar di Sekolah Rakyat membutuhkan lebih dari sekadar pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga perhatian, kasih sayang, dan pendampingan yang berkelanjutan.
"Sekolah Rakyat itu berbeda dengan sekolah-sekolah yang lain. Tujuan Sekolah Rakyat adalah untuk memutus transmisi kemiskinan antargenerasi melalui jalur pendidikan," ujarnya.
Agus Jabo menambahkan penyelenggaraan Sekolah Rakyat memadukan pendidikan formal dengan pendidikan karakter. Para siswa tidak hanya diarahkan untuk memiliki ilmu pengetahuan, tetapi juga karakter kebangsaan, karakter keagamaan, karakter sosial, serta keterampilan yang dapat menjadi bekal mereka di masa depan.
"Kalau di sekolah-sekolah reguler mungkin hanya pendidikan formal, tetapi di Sekolah Rakyat adalah pendidikan formal dan pendidikan karakter. Ini yang membedakan dan ini yang harus dipahami oleh seluruh stakeholder yang ada di Sekolah Rakyat, khususnya saudara-saudara yang menjadi wali asuh dan wali asrama," ungkapnya.