NADIKABAR.COM — Alim Setiawan Slamet yang baru menjabat sebagai Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) memastikan akan melepas posisinya sebagai Rektor IPB University. Proses peralihan kepemimpinan tersebut saat ini tengah memasuki masa transisi.

"Status rektor tentu ada masa transisi. Saat ini, kemarin saya sudah berkoordinasi dengan empat organ di IPB," ujar Alim di Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Senin (19/10/2026).

Dinamika internal tetap menjadi perhatian utama untuk mendengarkan berbagai aspirasi yang ada. Jika merujuk pada yurisprudensi tahun sebelumnya saat Arief Satria diamanahkan untuk menjabat sebagai Kepala BRIN, dibutuhkan masa transisi selama sebulan.

"Ada masa transisi, kita sedang ikuti tapi tentu ada dinamika di internal yang kita ingin dengar juga aspirasi, tapi kalau mengikuti yurisprudensi tahun lalu kurang lebih maksimal satu bulan transisi," bebernya.

Selama masa transisi tersebut, Alim memiliki sejumlah tanggungan administratif yang harus diselesaikan, mulai menyusun memorandum akhir jabatan serta menjalankan mekanisme pergantian rektor antarwaktu melalui Senat Akademik dan Dewan Majelis Wali Amanat (DMWA).

Selain itu, transisi ini juga harus memperhitungkan agenda akademik, termasuk tiga kali jadwal wisuda yang akan berlangsung pada tanggal 28, 11, dan 12 November. Alim berharap penandatanganan ijazah bagi para lulusan pada momen tersebut nantinya sudah dapat dilakukan oleh rektor yang definitif.

"Ada kebutuhan administrasi ijazah yang harus bisa ditandatangani. Harapannya bisa ditandatangani Rektor yang definitif," jelasnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto melantik Alim Setiawan Slamet menjadi Wakil Menteri Pertanian. Alim merupakan Wakil Menteri Pertanian kedua setelah Prabowo melantik Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa di posisi yang sama awal bulan lalu.

Alim memiliki latar belakang sebagai akademisi. Kariernya banyak dihabiskan di IPB dan terakhir menjabat sebagai Rektor.