NADIKABAR.COM — Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Muhammad Saleh Mustafa mendorong keterlibatan badan usaha milik daerah (BUMD) dan pemerintah daerah dalam kerja sama distribusi cabai untuk mengurangi kesenjangan harga antara daerah produsen dan konsumen.

Saleh menilai koordinasi pemerintah daerah dan BUMD diperlukan agar pasokan cabai dari sentra produksi dapat disalurkan lebih efisien ke wilayah dengan harga tinggi, termasuk melalui pembelian yang melibatkan BUMD.

"Nah, kita ingin agar ada kerja sama pemerintah daerah untuk melakukan intervensi," kata Saleh seusai menghadiri Rembuk Nasional Pemuda Indonesia ke-3 di Jakarta, Sabtu.

Ia mencontohkan perbedaan harga cabai yang ditemukannya saat mengunjungi petani di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, dengan harga yang menurut keterangannya dapat mencapai Rp250.000 per kilogram (kg) di Papua.

"Harganya flat kemarin Rp45.000 per kg. Tapi kalau di Papua kan sampai Rp250.000 per kg," ujarnya.

Saleh menjelaskan petani cabai di Magelang telah memanfaatkan sistem lelang yang terbuka bagi pembeli dari berbagai daerah sehingga pemasaran hasil panen dapat menjangkau pasar yang lebih luas.