βPetani seharusnya memperoleh manfaat yang sepadan dari upaya Pemerintah untuk mengejar peningkatan volume ekspor. Karena itu, penguatan produksi harus diikuti dengan hilirisasi agar komoditas pertanian memiliki nilai tambah dan mampu bersaing di pasar global,β katanya menambahkan.
Penguatan hilirisasi juga diperlukan untuk meningkatkan nilai tambah komoditas. Dengan mengembangkan produk olahan dan memperbaiki kualitas hasil produksi, petani berpeluang memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar dibandingkan hanya menjual produk dalam bentuk bahan mentah.
Alim menegaskan pemerintah akan terus mendorong pendampingan bagi petani agar dapat meningkatkan kualitas produksi dan memenuhi persyaratan pasar.
Langkah itu diharapkan membuka peluang pemasaran yang lebih luas sekaligus memperkuat posisi petani dalam rantai pasok komoditas pertanian.
Di sisi lain, lanjut Alim, peningkatan produksi dan ekspor perlu didukung tata niaga yang sehat.
Ia menyoroti masih adanya anomali harga pada sejumlah komoditas, ketika pasokan melimpah tetapi harga di tingkat petani justru turun, sementara harga yang dibayarkan konsumen dapat meningkat.
βAnomali terjadi ketika produksi petani melimpah tapi harga di tingkat petani justru jatuh, sementara harga di tingkat konsumen tetap tinggi. Ini menunjukkan adanya persoalan dalam tata niaga yang harus kita benahi bersama,β ujar Alim.