NADIKABAR.COM — Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Muhammad Saleh Mustafa menilai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dapat menjadi salah satu solusi untuk mengurangi ketergantungan terhadap tengkulak dalam distribusi beras secara bertahap.
Saleh mengatakan penguatan peran koperasi diperlukan dalam pembenahan tata niaga beras karena keberadaan perantara masih menjadi persoalan dalam rantai perdagangan hasil pertanian.
"Middleman ini ya, tengkulak lah bahasanya, ya, yang memang secara budaya itu memang ada di lingkungan kehidupan petani kita. Nah, ini memang pelan-pelan nanti kita akan intervensi dengan peran dari koperasi, KDKMP itu," kata Saleh seusai menghadiri Rembuk Nasional Pemuda Indonesia ke-3 di Jakarta, Sabtu.
Menurut dia, pembenahan rantai distribusi beras memerlukan kerja sama seluruh pihak, mulai dari petani sebagai produsen hingga pelaku usaha di sektor hilir, agar pasokan dapat tersalurkan dengan lebih efektif.
Pernyataan tersebut disampaikan Saleh ketika menanggapi keluhan masyarakat mengenai harga beras premium yang dinilai masih tinggi meskipun pemerintah telah menjalankan berbagai program stabilisasi pangan.
Ia menjelaskan pemerintah berupaya menjaga keterjangkauan harga beras melalui penyaluran bantuan pangan kepada masyarakat serta program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).