Dekan Faperta Untidar Sutrisno Hadi Purnomo, menyampaikan, tantangan terbesar sektor pangan saat ini adalah mayoritas petani, peternak, dan pembudi daya yang masih beroperasi secara konvensional, sehingga berdampak pada rendahnya tingkat produktivitas.

"Tantangan utama kita ada di tingkat produsen-petani dan peternak kita sebagian besar masih konvensional. Di sinilah kehadiran inovasi, hilirisasi riset, dan pendampingan intensif dari perguruan tinggi menjadi sangat penting untuk menjembatani kesenjangan tersebut," katanya.

Melalui penyelenggaraan konferensi internasional ICANFS 2026 ini, Untidar berharap terjalin kolaborasi lintas sektor yang kokoh antara akademisi, pemerintah, dan praktisi guna merumuskan solusinya bagi ketahanan pangan Indonesia di masa depan.