NADIKABAR.COM — Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Muhammad Saleh Mustafa, menegaskan, penguatan sektor pertanian dan optimalisasi kearifan local seperti pengembangan komoditas sapi perah di kawasan pegunungan Magelang merupakan kunci utama mencapai kemandirian dan swasembada pangan nasional.

Wamentan di Magelang, Kamis,menyampaikan, perguruan tinggi memiliki peran vital sebagai garda depan pengawalan ketahanan pangan.

Penegasan ini disampaikan dalam 3rd International Conference on Agricultural, Nutraceutical, and Food Science (ICANFS) 2026 yang dihelat Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Tidar (Untidar)

Wamentan melihat wilayah Magelang menyimpan potensi besar yang belum tergarap optimal, sehingga kawasan ini diproyeksikan menjadi laboratorium nyata.

Sapi perah yang sudah dikembangkan masyarakat lokal perlu kita tingkatkan, baik dari aspek kualitas sapinya maupun sistem pemeliharaannya, sampai dengan produk hingga pemasarannya," katanya.

Sebagai bentuk dukungan konkret, katanya, pemerintah menyatakan komitmen penuh untuk memperkuat fasilitas pendidikan serta laboratorium pertanian di Untidar.

Ia menyampaikan, langkah ini dinilai krusial guna mencetak sumberdaya manusia (SDM) unggul yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga adaptif terhadap kebutuhan strategis pangan nasional.

Dekan Faperta Untidar Sutrisno Hadi Purnomo, menyampaikan, tantangan terbesar sektor pangan saat ini adalah mayoritas petani, peternak, dan pembudi daya yang masih beroperasi secara konvensional, sehingga berdampak pada rendahnya tingkat produktivitas.

"Tantangan utama kita ada di tingkat produsen-petani dan peternak kita sebagian besar masih konvensional. Di sinilah kehadiran inovasi, hilirisasi riset, dan pendampingan intensif dari perguruan tinggi menjadi sangat penting untuk menjembatani kesenjangan tersebut," katanya.

Melalui penyelenggaraan konferensi internasional ICANFS 2026 ini, Untidar berharap terjalin kolaborasi lintas sektor yang kokoh antara akademisi, pemerintah, dan praktisi guna merumuskan solusinya bagi ketahanan pangan Indonesia di masa depan.