NADIKABAR.COM β Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Muhammad Saleh Mustafa menegaskan kedaulatan pangan menjadi kekuatan strategis bangsa menghadapi dinamika geopolitik global melalui penguatan produksi, swasembada, dan kemandirian pangan nasional.
"Kedaulatan pangan menjadi salah satu fondasi utama kekuatan dan ketahanan nasional di tengah dinamika geopolitik global," kata Saleh terkonfirmasi di Jakarta, Rabu.
Dia menekankan hal itu memberikan kuliah umum bertajuk βKedaulatan Pangan sebagai Kekuatan Strategis Bangsa: Strategi Mewujudkan Ketahanan Nasional di Tengah Dinamika Geopolitik Global" kepada Perwira Siswa Pendidikan Reguler (Dikreg) LXVIII Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) l Tahun Anggaran 2026 di Bandung.
Menurut Saleh, kemampuan bangsa memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri tidak hanya menentukan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga menjadi faktor strategis dalam menjaga stabilitas dan kemandirian negara.
Ia menegaskan pangan memiliki posisi strategis dalam keberlangsungan sebuah bangsa. Sejak awal pembangunan nasional, para pemimpin Indonesia telah mengingatkan bahwa persoalan pangan berkaitan langsung dengan hidup dan matinya sebuah bangsa.
βBapak Presiden Prabowo sudah menyampaikan bahwa pangan adalah hidup dan mati sebuah bangsa. Kita sebagai bangsa harus memahami bahwa pangan ini sangat strategis,β ujar Saleh.
Menurutnya, pemerintah saat ini menempatkan swasembada pangan sebagai salah satu prioritas pembangunan nasional, bersama pemenuhan kebutuhan gizi, ketahanan energi, dan industrialisasi. Kementerian Pertanian terus memperkuat produksi dalam negeri untuk mengurangi ketergantungan terhadap pasokan pangan dari luar negeri.
Ia menyebutkan, dari 12 komoditas pangan strategis yang menjadi perhatian pemerintah, delapan komoditas telah mencapai swasembada. Capaian tersebut menjadi modal penting untuk memperkuat kemandirian pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.