"Hitungan-hitungannya itu per hektare itu bisa dapat keuntungan sampai Rp21 juta. Nah, kalau satu kelompok pangan ini kira-kira bisa mengolah menjadi 10 hektare, itu hampir Rp200 juta sekali panen. Ini sangat menjanjikan," ujar Saleh.

Dalam kesempatan sama, ia turut memaparkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan tren peningkatan jumlah tenaga kerja di sektor pertanian selama empat tahun terakhir.

Lonjakan yang cukup drastis terlihat dari perbandingan data antara 2024 hingga 2026. Pada 2024, jumlah tenaga kerja pertanian tercatat sebanyak 38,3 juta orang. Kemudian, pada 2025 menjadi 38,9 juta orang. Ini berarti ada penambahan sebanyak 691.540 orang atau tumbuh 1,8 persen.

Peningkatan yang lebih tinggi kembali terjadi pada 2026, di mana jumlah pekerja pertanian mencapai 40,11 juta orang. Angka ini menunjukkan adanya penambahan sebanyak 1.119.882 orang atau tumbuh 2,9 persen dari catatan 2025.

Saleh menyoroti lompatan angka penambahan pekerja dari 691.540 orang pada 2025 menjadi 1.119.882 orang pada 2026 mencerminkan kenaikan pertumbuhan hingga 50 persen.