NADIKABAR.COM — Kelompok Houthi menyatakan bahwa wilayah udara Arab Saudi tidak aman, kecuali untuk kota suci Mekkah dan Madinah. Houthi yang bermarkas di Yaman ini, juga memperingatkan para pegawai, pekerja, dan warga sipil untuk menjauhi fasilitas-fasilitas minyak Saudi.

"Wilayah udara Arab Saudi tidak aman, kecuali di atas Mekkah dan Madinah," kata seorang sumber militer Houthi dalam pernyataan yang dikutip kantor berita Saba, yang dikelola oleh kelompok itu, seperti dilansir Middle East Monitor, Selasa (20/10/2026).

"Mereka yang telah diperingatkan tidak memiliki alasan lagi," ucap sumber militer Houthi itu, dalam pernyataan bernada ancaman saat eskalasi militer terus berlanjut di kawasan tersebut.

Sumber militer itu juga mendesak para pemegang saham di perusahaan raksasa minyak Saudi, Aramco, untuk menjual saham mereka. Fasilitas minyak Aramco di wilayah Saudi sudah beberapa kali menjadi target serangan.

"Untuk menghindari kerugian, kami menyarankan para pemegang saham Aramco untuk menarik saham mereka sebelum terlambat," cetusnya.

Houthi tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai sifat ancaman tersebut atau tindakan apa yang mungkin mereka ambil.

Beberapa waktu terakhir, Houthi yang didukung Iran ini terlibat ketegangan dan eskalasi konflik dengan pasukan pemerintah Yaman dan koalisi pimpinan Saudi yang mendukungnya.

Sejak awal Oktober, pasukan pemerintah Yaman meluncurkan operasi militer skala besar untuk memerangi Houthi, yang bertujuan merebut kembali wilayah-wilayah yang dikuasai kelompok tersebut. Koalisi Saudi memberikan dukungan melalui rentetan serangan udara terhadap target militer Houthi di Yaman.

Sebagai balasannya, Houthi melancarkan serangan rudal dan drone terhadap wilayah Saudi, termasuk menargetkan bandara sipil dan fasilitas minyak di negara itu.