NADIKABAR.COM — Waralaba Call of Duty berhasil menjadi mesin pencetak uang bagi Activision. Game ini sukses menghasilkan pendapatan yang totalnya begitu fantastis.
CEO Xbox, Asha Sharma, mengungkapkan totalnya mencapai USD 40 miliar atau sekitar Rp 726 triliun. Torehan ciamik tersebut merupakan pendapatan game ini selama 24 tahun menemani gamer di seluruh dunia.
"Sebuah tonggak yang luar biasa. Selamat kepada tim Activision. Dan kepada para pemain, terima kasih telah bersama kami," tulis Sharma, dikutip NadiKabar dari media sosial resminya, Rabu (28/10/2026).
Ketahanan waralaba game ini memang sungguh mengesankan, meskipun tidak semua kritikus menyukai semua serinya. Setidaknya untuk karya terbaru mereka, Call of Duty: Modern Warfare 4 dapat diterima dengan baik hingga saat ini.
Sebelum resmi diluncurkan, Call of Duty: Modern Warfare 4 berhasil memikat gamer, sehingga mampu menjual setidaknya 450 ribu copies di Steam. Game ini ditawarkan dalam dua edisi, Standard dan Vault, dengan harga berbeda-beda.
Berikut harga Call of Duty: Modern Warfare 4:
Untuk sekarang, belum diketahui secara pasti berapa pendapatan yang berhasil diperolehnya. Namun sepertinya, kehadirannya di awal tidak akan bisa menggeser game Call of Duty yang rilis duluan.
Game Call of Duty terlaris sepanjang masa masih dipegang oleh Black Ops 3, yang berhasil terjual 43 juta copies. Di urutan keduanya ada Modern Warfare rilisan 2019, yang terjual 41 juta copies.
Activision mengkonfirmasi bahwa kedua game itu merupakan peluncuran Call of Duty terbesar di generasi konsol PS4 dan Xbox One.