Keesokan paginya, istri Rektor Unsoed berangkat ke Jakarta menggunakan kereta api.
"Tadi pagi Bu Rektor kan pergi ke Jakarta naik kereta api," katanya.
Farid mengatakan dirinya berada di rumah rektor malam itu karena membantu persiapan keberangkatan istri rektor.
"Ya kan mau persiapan, Bu Rektor mau pergi," tuturnya.
Farid mengaku ikut merasakan kondisi keluarga rektor setelah adanya proses hukum yang dilakukan KPK. Menurutnya, sebagai bawahan dan rekan kerja, dirinya berusaha menunjukkan empati serta menawarkan bantuan jika dibutuhkan.
"Ndilalah, waktu itu kan ya namanya orang ditahan di sana (Jakarta) kan pasti istri kaget loh ya," ujarnya.
Dia mengatakan kondisi tersebut membuat dirinya dan rekan-rekan di lingkungan kampus berusaha memberikan dukungan kepada keluarga rektor.
"Kita selalu bawahan ya empati, ada apa, ada butuh apa yang bisa dibantu," katanya.