NADIKABAR.COM — Kedutaan Besar Amerika Serikat (AS) di Arab Saudi mengimbau warga negara Amerika di negara tersebut untuk tetap "waspada" terhadap situasi keamanan terkini. Setiap warga negara AS diminta untuk mewaspadai potensi serangan rudal atau drone terhadap negara Timur Tengah tersebut.

Imbauan terbaru itu, seperti dilansir Anadolu Agency, Selasa (6/10/2026), disampaikan dalam peringatan keamanan yang dirilis oleh Kedutaan Besar AS di Saudi pada Senin (5/10) waktu setempat, lewat situs resminya.

Otoritas Kedutaan Besar dan Konsulat AS di negara itu meminta setiap warga negara AS untuk mematuhi panduan yang disampaikan melalui peringatan nasional dan Badan Pertahanan Sipil Saudi.

Ditambahkan oleh Kedutaan Besar AS bahwa tidak ada perubahan pada postur keamanan maupun operasional mereka di negara tersebut.

"Layanan konsuler rutin maupun darurat tetap tersedia bagi warga negara AS," tegas Kedutaan Besar AS dalam pernyataannya.

Imbauan terbaru ini dirilis saat Saudi terseret ke dalam konflik Yaman yang kembali berkobar, setelah jeda pertempuran yang berlangsung selama bertahun-tahun menyusul kesepakatan gencatan senjata pada tahun 2022 lalu.

Pasukan koalisi pimpinan Saudi membantu pasukan pemerintah Yaman yang terlibat pertempuran sengit dengan kelompok Houthi, yang didukung Iran, beberapa waktu terakhir. Koalisi itu diluncurkan sejak tahun 2015 untuk mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional.

Imbasnya, pasukan Houthi melancarkan rentetan serangan, baik dengan rudal maupun drone, terhadap target-target di wilayah Saudi. Kelompok yang menguasai ibu kota Sanaa dan beberapa provinsi di Yaman itu, juga mengumumkan blokade maritim terhadap Saudi.

Tidak hanya itu, Houthi juga kembali menyerang kapal-kapal di Laut Merah, terutama kapal-kapal berbendera Saudi.

Baru-baru ini, Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Marco Rubio menyatakan bahwa Washington berkomitmen untuk memenuhi kewajiban keamanan bilateral dengan Riyadh saat konfrontasi militer kembali memanas di Yaman.