"Ketahanan masih aman 18-20. Jadi masalah yang ada ini lebih disebabkan oleh pola distribusi karena musim. Kalau di darat itu biasanya pakai angkutan sungai, sungainya kering, diantar pakai truk, truknya kan gabisa cepat sampainya, berjam-jam dan volumenya tidak banyak," ujarnya.
"Lalu, kalau ombak lagi tinggi itu kapal walaupun sudah di lokasi itu gak bisa sandar. Nah ini memperlambat proses pendistribusian, tapi begitu sudah sandar kaya di Bali kemarin langsung dilaksanakan distribusi 24 jam, jadi dikejar," sambungnya.
Adapun PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus mempercepat pemulihan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Bali. Langkah ini dilakukan melalui pengaturan pengiriman skala prioritas ke SPBU serta mengoptimalkan operasional pengiriman selama 24 jam nonstop.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengatakan penentuan SPBU prioritas ini merupakan bagian dari pengaturan operasional agar penyaluran dapat dilakukan secara lebih terarah.