"Jadi setelah pembasahan, saya ditanya, 'Pak RT-nya mana?', 'Oh, RT-nya kerja'. Terus habis itu ada datang lagi orang yang satunya itu, 'Pak, ini nanti kena biaya ya.' 'Biaya apa ya, Pak?'"kata warga tersebut menirukan percakapan dengan petugas Damkar.

Ia pun kemudian mempertanyakan alasan permintaan uang tersebut. Ia mengaku saat itu tidak membawa uang dan meminta petugas tersebut untuk menunggu di Pos depan perumahan.

"Setelah saya beritahu kalau ada pertanggungjawaban terhadap kas RT, petugas tersebut mengatakan bahwa untuk biaya penggantian air sebesar Rp 150 ribu," imbuhnya.

Masih kata warga tersebut, untuk mengklaimkan ke bendahara RT, ia pun meminta sejumlah warga menyaksikan penyerahan uang tersebut. Bahkan, warga mengaku memiliki dokumentasi saat uang itu diterima sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada warga perumahan.

"Karena warga bilang sebagai bentuk pertanggungjawaban. Karena yang dipakai adalah uang kas nantinya," tuturnya.