Ia menegaskan dirinya menghubungi petugas bukan karena memiliki kepentingan terhadap lahan yang terbakar. Ia mengaku hanya berinisiatif melapor karena khawatir api yang berada di lahan pinggir tol itu merembet ke kawasan perumahan.

"Padahal warga hanya takut api itu ke perumahan warga, sehingga warga berinisiatif melaporkan ke Damkar. Tidak ada kepentingan lainnya," tuturnya.

Hal serupa dikatakan BN, warga lainnya. Ia mengungkapkan bahwa kejadian serupa pernah terjadi sekitar setahun sebelumnya. Saat itu, ia mengaku petugas juga sempat meminta uang minum setelah menangani kebakaran.

"Kalau dulu itu pernah meminta uang minum dan uang rokok. Apakah memang SOP nya seperti itu? Kalau iya ya kasihan kalau rumah warga kebakaran, uda tertimpa musibah, malah dimintai uang," kata BN.

Sementara itu, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Gresik masih belum memberikan komentar apapun.