Berbeda dengan Islandia, sebagian besar negara kandidat lain masih harus menjalani reformasi panjang untuk menyesuaikan diri dengan aturan Uni Eropa.
Masuknya Islandia, bersama Montenegro dan mungkin Moldova, dalam dua tahun ke depan dinilai bisa membantu memulihkan citra Uni Eropa setelah Inggris keluar pada 2020.
Hasil referendum sekaligus meredakan kekhawatiran sebagian pemilih bahwa bergabung dengan Uni Eropa dapat mengurangi kedaulatan Islandia. Hak penangkapan ikan menjadi salah satu isu utama.
Industri perikanan selama ini menjadi salah satu yang menentang soal keanggotaan Islandia di Uni Eropa. Sekitar 90% pelaku industri disebut menolak rencana tersebut.
Uni Eropa sebelumnya dinilai bersedia mencari kompromi terkait sejumlah isu sensitif, termasuk perikanan dan pertanian, untuk memuluskan rencana Islandia bergabung dengan Uni Eropa.
Perikanan telah menjadi bagian penting dari kehidupan dan identitas warga Islandia selama berabad-abad. Sejak merdeka dari Denmark pada 1944, Islandia dikenal berani mempertahankan kedaulatannya.
Pada 1970-an, Islandia bahkan memenangkan sengketa hak atas wilayah perairan dan perikanan yang dikenal dengan "Perang Cod" melawan Inggris.
Artikel ini pertama kali ditulis dalam Bahasa Inggris