Namun, Avigdor Liberman, pemimpin partai sayap kanan Yisrael Beitenu yang juga menentang Netanyahu, menegaskan bahwa ia tidak akan bergabung dalam koalisi yang bergantung pada partai-partai Arab, bahkan jika hanya berupa dukungan eksternal.

"Siapa pun yang ingin bergantung pada para pendukung terorisme, silakan saja. Yisrael Beitenu tidak akan terlibat," tulisnya di Facebook pada hari Jumat. - Pihak Arab 'mendukung Hamas' -

Di sela-sela demonstrasi di Tel Aviv, lebih dari 100 pendukung Netanyahu menggelar aksi tandingan. Massa pendukung Netanyahu meminta agar oposisi bergabung ke Netanyahu.

"Pilih kubu kanan, atau Palestina," seru mereka, mengulangi slogan dari kampanye Netanyahu.

"Dua partai Arab itu mendukung Hamas. Mereka ingin mengubah Israel menjadi negara Arab," ujar Rebecca Schindler, 60 tahun.

Nava Rehavia, 70 tahun, mendesak Eisenkot dan Liberman untuk bergabung dengan koalisi yang dipimpin Netanyahu, seraya berkata: "Pihak Arab tidak menang, karena mereka mencuri pemilu."

Sebelumnya, Netanyahu melontarkan tuduhan adanya kecurangan pemilu pada hari pemungutan suara. Ia mengklaim bahwa partai-partai Arab tertangkap tangan membawa amplop berisi uang tunai.

Pihak kepolisian menyatakan telah menangkap tiga tersangka, namun komisi pemilihan umum menyebut insiden tersebut sebagai kasus lokal yang terisolasi.