NADIKABAR.COM — Antrean panjang pengisian bahan bakar minyak (BBM) pada sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), diduga dipicu pembelian secara berlebihan alias panic buying oleh warga. Tudingan itu justru membuat sebagian masyarakat keheranan lantaran tidak akan rela mengantre jika bukan karena terdesak kebutuhan BBM.

Antrean BBM di SPBU yang tidak kunjung mereda membuat resah masyarakat dalam beberapa pekan terakhir. Fenomena ini turut memunculkan spekulasi adanya kelangkaan BBM meski belakangan Pertamina menepis antrean yang memicu kemacetan tersebut akibat pasokan atau suplai bahan bakar terbatas.

"Kalau untuk stok sendiri di kami sampai saat ini dalam kondisi yang aman dan mencukupi," ungkap Pjs Area Manager Communication, Relations dan CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Okky Aditya Wibowo kepada NadiKabar, Kamis (10/9/2026).

Okky menuturkan, pihaknya telah memaksimalkan distribusi BBM bahkan 25 SPBU di Makassar telah beroperasi 24 jam demi mengurai antrean. Dia menganggap warga terpengaruh akan informasi yang tidak benar terkait kelangkaan BBM yang ramai beredar di media sosial.

"Masyarakat kan mungkin melihat di SPBU ini antre, nanti saya tidak kebagian, jadi mereka panik. Karena kalau masyarakat panik, berapa pun yang akan kami stok di SPBU juga akan tetap kurang," jelasnya.

Senada dengan Pertamina, DPRD Sulsel turut mengklaim antrean di SPBU terjadi karena panic buying. Temuan itu berdasarkan hasil inspeksi mendadak (sidak) rombongan Komisi D DPRD Sulsel di sejumlah SPBU Makassar pada Rabu (9/9) lalu.

"Stok kita aman dan itu sudah ada penjelasan dari Pertamina. Jadi kalau informasi BBM langka itu tidak benar, hanya ada kepanikan masyarakat," tegas Ketua Komisi D DPRD Sulsel Kadir Halid kepada NadiKabar.

Kadir menganggap antrean pengisian BBM turut dipicu penumpukan kendaraan besar dari luar daerah yang masuk Makassar. Truk maupun bus menyerbu SPBU Makassar karena khawatir tidak kebagian BBM saat kembali ke daerah asal.

"Artinya suplai lancar selama ini, tapi kenapa terjadi antrean panjang, karena kendaraan-kendaraan dari luar Sulsel yang masuk Makassar itu tujuan akhirnya untuk mengisi BBM solar," ungkapnya.

Antrean panjang pengisian BBM di SPBU yang disebut dipicu fenomena panic buying berbanding terbalik dengan yang dirasakan sejumlah pengendara. Beberapa pengendara malah kebingungan dituding melakukan pembelian secara berlebihan yang memicu antrean di SPBU.

"Saya tidak ji, tidak panik saya, cuma untuk isi kebutuhan," ungkap salah satu pengendara, Dg Naba kepada NadiKabar saat ditemui di SPBU Pengayoman, Kecamatan Panakkukang, Makassar, Jumat (11/9) siang.

Dg Naba tidak mengetahui pasti penyebab sampai antrean BBM di SPBU masih berlarut-larut. Kendati begitu dia ogah disebut ikut-ikutan mengantre karena panik terpengaruh isu kelangkaan BBM.

"Bukanlah, ini saja tinggal sedikit. Tapi tidak tahu kenapa bisa antre begini, bukan panik ini," ujar Dg Naba.