"Kita ini pakai kendaraan dan mengisi BBM karena memang sudah mau habis. Jadi kalau susah dapat BBM-nya pasti mengganggu pekerjaan kita karena mobilitas jadi berkurang," jelasnya.

Sementara itu, Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman memastikan persoalan ini menjadi atensi serius pemerintah. Dia mengajak masyarakat untuk tetap tertib selama mengantre isi BBM.

"Kami meminta kepada semua tertib dalam pengisian. Kami mohon kerja samanya kepada masyarakat yang kami cintai dan tetap sabar," kata Andi Sudirman dalam keterangannya, Kamis (10/9).

Andi Sudirman mengatakan, pihaknya sudah membentuk satuan tugas (satgas) untuk mengatasi hal ini dengan melibatkan unsur pemerintah, Pertamina hingga TNI dan Polri. Masyarakat diminta tidak melakukan panic buying yang distribusi BBM dapat berjalan dengan baik.

"Kita telah membentuk satgas juga dan kami menyampaikan kepada seluruh masyarakat untuk tidak melaksanakan panik buying, pembelian BBM," ucapnya.

Informasi yang diterima dari Pertamina, stok BBM relatif masih aman di SPBU. Pertamina juga mengoperasikan SPBU yang beroperasi 24 jam untuk melayani pengisian BBM bersubsidi selama 24 jam.

"Stok ada di SPBU kita, termasuk 24 jam terbuka, dan memang ada peningkatan permintaan untuk yang bersubsidi," ujar Andi Sudirman.

Di sisi lain, Pemprov Sulsel menemukan indikasi praktik penyalahgunaan BBM subsidi yang memperparah situasi. Pelanggaran itu di antaranya pengisian BBM secara berulang meskipun BBM sebelumnya belum dimanfaatkan, hingga dugaan modifikasi tangki kendaraan.

"Tidak sedikit ada di lapangan ditemukan kondisi-kondisi yang mengindikasikan kecurangan, baik daripada pengisian berulang tanpa dimanfaatkan BBM yang sudah diisi hari sebelumnya. Yang kedua kadang-kadang modifikasi tangki," jelasnya.

Satgas pun akan melakukan pengawasan secara ketat. Kendaraan yang diduga melakukan pelanggaran akan ditindak, termasuk oknum yang memanfaatkan situasi untuk memperoleh BBM bersubsidi secara tidak semestinya.

"Kita akan perketat ke depan, termasuk pemeriksaan sampai pencabutan izin dan pemblokiran nomor polisi kendaraan tersebut," tegas Andi Sudirman.

Andi Sudirman kembali mengingatkan para pengemudi mematuhi regulasi yang berlaku. Dia meminta situasi ini dijadikan momentum mengambil keuntungan dengan melakukan pengisian berulang atau menggunakan kendaraan yang telah dimodifikasi untuk mendapatkan BBM bersubsidi.

"Kami mohon kepada pemilik kendaraan, termasuk sopir dan kendaraan sendiri, kita akan perketat ke depan. Saya mohon kerja samanya karena banyak masyarakat yang sedang mengantri dan memang betul-betul butuh," pungkasnya.