NADIKABAR.COM — Merek lokal mendominasi penjualan mobil di Malaysia. Proton dan Perodua menjadi pilihan utama warga negeri jiran. Situasi ini berbeda dengan penjualan mobil di Indonesia.

Penjualan mobil di dalam negeri dalam beberapa tahun terakhir justru diserbu merek China. Para produsen dari Tiongkok itu berbondong-bondong datang menawarkan mobil listrik untuk bisa merebut 'kue' yang selama ini dinikmati pabrikan Jepang. Menariknya, mobil listrik itu ditawarkan dengan harga murah. Mobilnya dijejali fitur yang banyak dan kekinian.

Cara itu rupanya berhasil bikin orang Indonesia kepincut. Buktinya merek seperti BYD dan Jaecoo bisa merangsek bertarung dengan deretan mobil Jepang di posisi 10 besar merek terlaris pada tahun ini. Mobil listrik Jaecoo dan BYD juga berhasil menyusup dan bertengger di daftar model paling banyak diburu orang Indonesia. Meski demikian, di posisi teratas tetap dikuasai merek Jepang seperti Toyota, Daihatsu, Suzuki, hingga Mitsubishi.

Di Indonesia, penjualan Toyota secara retail sepanjang Januari-Agustus 2026 sudah mencapai 172.871 unit. Pangsa pasarnya 29,1 persen, atau nyaris 30 persen mobil baru yang beredar di RI pada periode tersebut berasal dari merek Toyota. Kemudian di posisi kedua juga masih dari merek Jepang yakni Daihatsu dengan torehan penjualan 97.059 unit atau setara 16,3 persen pangsa pasar.