NADIKABAR.COM — Sejumlah warga Kota Mataram mengeluhkan hasil pemeringkatan desil dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Mereka mengaku kaget setelah mengetahui namanya masuk desil 9 bahkan 10, meski kondisi ekonomi masih pas-pasan.
Keluhan itu salah satunya disampaikan Fikri, warga Mataram. Ia mengaku tercatat dalam desil 10, padahal saat ini masih tinggal di rumah kontrakan.
"Kaget kok bisa saya masuk desil 10. Padahal saya ngontrak rumah di sini, motor juga cuma satu, itupun motor butut. Kok bisa desil 10," kata Fikri, Rabu (26/8/2026).
Menurut Fikri, hasil pemeringkatan tersebut tidak mencerminkan kondisi ekonominya. Ia berharap data DTSEN dapat diperbarui agar sesuai dengan keadaan masyarakat sebenarnya.
"Kalau saya punya 2 mobil, 10 motor, rumah di BTN, gaji dua digit, nah itu cocok jadi desil 10. Kenyataannya motor butut cuma satu, rumah masih ngontrak. Semoga datanya bisa segera diperbaiki, soalnya ngawur banget ini," ungkapnya.