Keluhan serupa disampaikan Nabila yang juga tercatat dalam desil 10. Ia mengaku masih tinggal di kos bersama suami dan baru memiliki satu sepeda motor. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mereka mengandalkan penghasilan suami.
"Kami masih tinggal di kos, motor cuma satu. Penghasilan suami UMK di sini. Kami sederhana lah, tapi kok bisa masuk desil 10," ujarnya tertawa.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Mataram Muhammad Reza Nugraha menjelaskan bahwa penentuan desil dilakukan secara sistematis menggunakan metode proxy mean test. Metode tersebut mengolah sekitar 40-41 variabel untuk menentukan tingkat kesejahteraan rumah tangga.
"Desil itu perhitungan tingkat kesejahteraan dari desil 1-10. Penentunya menggunakan proxy mean test dari 40-41 variabel yang diukur. Jadi yang melakukan perumusan itu by system, bukan melihat si A atau si B secara personal, tapi dari variabel-variabel yang ada di keluarga," katanya, saat dikonfirmasi, Rabu.