"Kita ingin lebih banyak produk diolah di Indonesia, lebih banyak nilai tambah tinggal di daerah, dan lebih banyak masyarakat memperoleh pekerjaan," ujar Iftitah.

Sejalan dengan itu, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI (Menko Infra) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menekankan pentingnya sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan kompeten dalam mengelola kekayaan alam.

"Kita bersyukur berada di sebuah negeri yang memiliki kekayaan alam. Tetapi, pada akhirnya, semua itu perlu dikelola oleh manusia yang unggul, oleh SDM yang memiliki kompetensi, tetapi juga punya integritas," ujar AHY.

Presiden RI Prabowo Subianto juga menekankan pentingnya pengolahan komoditas di dalam negeri agar manfaat ekonominya dirasakan masyarakat.

"Kita tidak mau hanya menjual buah kelapa. Kita mau olah turunan-turunannya di Indonesia supaya nilai tambahnya dinikmati oleh rakyat Indonesia," ujar Prabowo.

Melalui kegiatan ini, TEP 1 UGM Bacan berharap masyarakat Desa Jojame dapat mengembangkan produk olahan kelapa secara berkelanjutan, memperluas peluang pemasaran, dan meningkatkan pendapatan keluarga.

Inisiatif ini sekaligus menjadi langkah awal mendorong hilirisasi komoditas lokal agar nilai tambahnya dapat dinikmati langsung oleh masyarakat di Pulau Bacan.