NADIKABAR.COM — Panen kelapa yang melimpah di Pulau Bacan, Maluku Utara (Malut), selama ini umumnya hanya diolah menjadi santan dan minyak kelapa.

Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 1 Universitas Gadjah Mada (UGM) mengajarkan warga setempat mengolah kelapa menjadi kelapa parut kering yang dapat digunakan sebagai taburan roti dan kue, sehingga berpeluang dipasarkan lebih luas.

Pelatihan yang melibatkan sekitar 20 mama-mama di Desa Jojame ini bertujuan meningkatkan nilai tambah komoditas kelapa sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, warga diperkenalkan pada alternatif pengolahan kelapa agar hasil perkebunan setempat tidak hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga, tetapi juga memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.

Salah satu warga Desa Jojame yang mengikuti pelatihan Mama Surti menyambut positif kegiatan tersebut. Ia berharap pengetahuan yang diperoleh dapat dikembangkan bersama untuk meningkatkan pendapatan masyarakat melalui pemanfaatan potensi kelapa di desa mereka.

"Masyarakat Jojame senang sekali karena su (sudah) banyak hal baru yang torang (kita) pelajari bersama adik-adik Ekspedisi Patriot. Semoga ilmu yang dibagikan bisa torang (kita) kembangkan sama-sama, supaya hasil kelapa di desa kami bisa menambah penghasilan masyarakat," ungkap Surti, dalam keterangan tertulis, Jumat (16/10/2026).

"Semoga torang (kita) samua selalu sehat dan tetap baku jaga," sambungnya.