Menariknya, sambal ijo diberikan dalam mangkuk kecil dan disajikan terpisah. Jadi, pelanggan bisa menyesuaikan sendiri jumlah sambal yang ingin dicampurkan.
Buat yang tidak terlalu suka makanan pedas, cara penyajian seperti ini tentu cukup membantu. Sementara pencinta pedas bisa langsung menambahkan sambal sesuai selera.
Warung nasi bebek Ibu Sumiyati memang bukan tempat makan besar. Area makannya cukup sederhana dengan beberapa meja dan kursi yang bisa digunakan pelanggan.
Lokasinya juga cukup mudah ditemukan karena berada tepat di sebelah Masjid Al Jihad. Selain nasi bebek, di sekitar tempat tersebut terdapat beberapa penjual makanan lain yang bisa menjadi pilihan, seperti soto ayam, nasi kuning, hingga aneka minuman dingin.
Suasananya juga cocok untuk sarapan santai. Apalagi warung sudah buka sejak pukul 06.30 WIB, sehingga pelanggan tidak perlu menunggu sampai siang untuk menyantap nasi bebek.
Setelah sekitar 10 tahun berjualan, Ibu Sumiyati tetap mempertahankan menu yang sederhana dengan fokus pada olahan bebek dan jeroan.
Buat pencinta nasi bebek khas Madura, racikan Ibu Sumiyati layak masuk dalam daftar kuliner yang bisa dicoba di kawasan Rempoa.
Dengan harga Rp20.000, pelanggan sudah mendapatkan seporsi nasi, bebek empuk dengan bumbu hitam yang medok, serundeng gurih, serta sambal ijo. Kombinasi tersebut cukup memuaskan untuk mengisi perut saat pagi atau siang hari. Warga Rempoa dan sekitarnya, merapat yuk!