Sementara Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya, Febrina Kusumawati mengatakan, kelengkapan data kependudukan sangat vital untuk memastikan bantuan dan layanan pendidikan tepat sasaran.

Menurutnya, data KK dibutuhkan untuk memetakan berapa warga yang putus sekolah, belum pernah sekolah, hingga kelancaran proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Sebab, persoalan domisili dan identitas kerap jadi ganjalan saat PPDB dibuka.

Guna membereskan masalah ini, Dispendik bakal memberdayakan sekolah-sekolah dari jenjang TK, SD, SMP, hingga PKBM sebagai agen perubahan.

"Sekolah bisa menjadi titik kumpul untuk collecting data. Kita punya ASN Pendamping dan sekolah yang siap bantu koordinasi dengan orang tua. Kita sinergi lebih besar lagi dengan Disdukcapil untuk menyelesaikan problem data ini," pungkas Febri.