Rizal menerangkan, jumlah masyarakat yang masuk dalam desil 1 sampai 9 mencapai lebih dari 100 juta orang. Pemerintah kemudian melakukan pembagian agar bantuan juga dapat diterima masyarakat lainnya.
"Jadi semuanya ada pemerataan. Jadi bukan tidak terima ataupun perubahan, tapi untuk pemerataan bagi saudara-saudara yang lain yang harus menerima," jelas Rizal.
Sebelumnya, Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengatakan, data desil berubah karena salah satunya dipengaruhi oleh masuknya sekitar 12 juta data baru dari BKKBN pada DTSEN Volume 3. Kini data itu telah dikoreksi melalui DTSEN Volume 3.1 yang diterbitkan Badan Pusat Statistik (BPS).
Menurutnya pemerintah terus melakukan konsolidasi dan pemutakhiran DTSEN untuk meningkatkan akurasi data. Pemutakhiran dilakukan melalui berbagai sumber, termasuk perbaikan data langsung bersama pemerintah daerah.