Ahli gizi Catherine Nguyen-Ward, DO, mengatakan, mengonsumsi terlalu banyak minuman manis bisa menyebabkan lonjakan gula darah, berkontribusi pada resistensi insulin, dan mendorong penumpukan lemak visceral, atau lemak berbahaya yang bisa memicu peradangan.
American Heart Association merekomendasikan untuk membatasi gula tambahan tidak lebih dari 6 persen dari total kalori harian, atau sekitar 25 gram per hari untuk wanita dan 36 gram untuk pria. Sebagai contoh, satu kaleng cola berukuran 12 ons mengandung sekitar 37 gram gula.
Burger cepat saji termasuk dalam daftar makanan yang perlu diperhatikan karena umumnya mengandung tiga jenis zat gizi yang jika dikonsumsi berlebihan dapat berdampak kurang baik terhadap kesehatan jantung, yaitu lemak jenuh, natrium, dan karbohidrat olahan, menurut Pratt dan Nguyen-Ward.
Burger cepat saji biasanya terdiri dari patty daging sapi dan keju yang mengandung cukup banyak lemak jenuh, roti yang dibuat dari karbohidrat olahan, serta saus atau topping dengan kandungan natrium tinggi. Zat-zat tersebut merupakan beberapa komponen yang disarankan oleh American Heart Association (AHA) untuk dibatasi.
Burger cepat saji juga cenderung tinggi kalori. Jika dikonsumsi berlebihan dalam jangka panjang, asupan kalori yang tinggi dapat berkontribusi terhadap kenaikan berat badan dan penumpukan lemak visceral.
Meski demikian, bukan berarti mengonsumsi burger sesekali menjadi masalah utama. Kekhawatiran lebih besar muncul ketika makanan seperti ini terlalu sering dikonsumsi hingga menggantikan makanan yang lebih minim proses dan mendukung kesehatan jantung, seperti kacang-kacangan, ikan, sayuran, dan biji-bijian utuh. Dalam jangka panjang, kebiasaan tersebut dapat membuat pola makan secara keseluruhan menjadi kurang baik bagi kesehatan jantung.
Menyantap donat setiap hari atau menjadikan pastry manis sebagai camilan rutin mungkin terasa menyenangkan, tetapi kebiasaan tersebut dapat berdampak kurang baik terhadap kesehatan jantung dalam jangka panjang.