Makanan seperti donat, pastry, hingga roti manis biasanya dibuat dengan tepung olahan. Artinya, makanan ini tinggi karbohidrat sederhana dan rendah serat. Menurut Pratt, makanan rendah serat umumnya kurang membantu mendukung kadar kolesterol yang sehat serta mempertahankan kestabilan kadar gula darah.
Makanan-makanan ini juga sering mengandung lemak jenuh dalam jumlah tinggi, yang membantu memberikan tekstur lembut hingga kenyal. Terlalu banyak lemak ini bisa meningkatkan kadar kolesterol LDL dan dikaitkan dengan risiko penyakit jantung yang lebih tinggi.
Pada makanan ramen instan atau mi instan, kekhawatiran terbesar terhadap kesehatan jantung biasanya adalah kandungan natriumnya yang sangat tinggi.
Satu kemasan mi instan bisa mengandung hingga 1.860 mg, artinya, satu mangkuk bisa memberikan 80 persen dari batas harian natrium yang direkomendasikan, yaitu sebesar 2.300 mg.
Kelebihan natrium berkaitan erat dengan tekanan darah tinggi, yang merupakan faktor risiko utama penyakit jantung dan stroke. Menurut Nguyen-Ward, mi-nya juga menjadi bagian dari permasalahan, sebab biasanya digoreng selama proses pengolahan.
Jika menyukai mi instan, ada beberapa cara untuk membuatnya sedikit lebih baik untuk kesehatan jantung. Coba hanya menggunakan sebagian bumbu atau menggantinya dengan bumbu sendiri. Kemudian, tambahkan protein tanpa lemak, seperti telur rebus atau ayam. Tambahkan pula sayuran seperti pakcoy, brokoli, jamur, atau wortel.